Fakta Di Balik Peristiwa Alam Super Blood Wolf Moon, Ledakan Asteroid Tabrak Bulan

Jika anda seorang penikmat fenomena alam, tentu beberapa saat yang lalu tidak akan melewatkan fenomena supermoon darah atau disebut dengan “super blood wolf moon”. Dilansir dari berbagai sumber fenomena yang terbilang langka ini, terjadi pada Minggu tanggal 20 Januari 2019 malam hingga dinihari Senin tanggal 21 Januari 2019. Dikatakan langka karena Super Blood Wolf Moon merupakan kombinasi dari tiga peristiwa bulan yang berlangsung dalam waktu bersamaan.

1. Supermoon, peristiwa ketika bulan paling dekat dengan bumi dalam orbitnya selama fase penuhnya, sehingga bulan akan nampak lebih besar.

2. Woolf moon, nama penduduk asli Amerika untuk bulan purnama pertama tahun ini.

3. Blood moon, terjadi bersaamaan dengan gerhana bulan total ketika matahari, bumi, bulan berbaris dan bayangan bumi melemparkan cahaya kemerahan pada bulan.

foto : oleh India Today Online

Dibalik keindahan peristiwa langka yang dapat dinikmati dengan mata telanjang ini, mungkin tidak semua orang mengetahui fenomena alam lain yang berlangsung dalam waktu bersamaan. Para ilmuwan yang turut memantau terjadinya super blood wolf moon menangkap kilatan cahaya yang terjadi disekitar bulan ketika gerhana terjadi. Para ilmuwan tersebut menyebutkan kilatan cahaya disekitar satelit alami bumi tersebut berasal dari ledakan yang terjadi ketika sebuah aseteroid berdiameter 30 hingga 50 cm melesat dengan kecepatan 13,8 km/detik menabrak permukaan bulan yang menghadap ke bumi.

Guna merekontruksi detik-detik terjadinya tabrakan asteroid dengan bulan ini, para peneliti dari Kolombia dan Republik Dominika melihat video yang diambil oleh para astronom amatir yang berada di sekitar lokasi kejadian. Diperkirakan tabrakan tersebut menghasilkan jumlah energi yang sama seperti antara 0.9 hingga 1.8 ton dinamit. Dampak dari benturan tersebut muncul kawah pada permukaan bulan dengan diameter 15 meter yang dapat dideteksi oleh wahana badan antariksa yang ada di bulan. Kawah baru ini terletak di bagian barat bulan, merupakan lapisan permukaan yang kerap menghadap ke bumi.

foto: oleh independent UK online

Kawah baru yang terbentuk itu menambah daftar panjang kawah di bulan yang tercipta akibatkan benturan dengan benda angkasa lain sebagai implikasi dari tidak adanya atmosfer di bulan. (Magnetv.net/KN)


Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Comment:

*Name