Ribuan Pesilat Bertanding Di Yogyakarta Championship Ke-5, Untuk Uji Kemampuan Diri

Yogyakarta pencak silat championship kembali di gelar untuk kelima kalinya. Ajang kejuaraan nasional pencak silat antar perguruan silat di seluruh Indonesia ini menjadi peluang bagi para pemula untuk mengetahui kompetensinya. YKTC ke-5 digelar di Sportorium UMY dengan jumlah atlet sebanyak 2600 orang dari berbagai perguruan pencak silat dan sekolah  yang ada di Indonesia.

yogyakarta championship ke-5

Dalam turnamen terdapat 7 gelanggang, dengan 72 wasit dan 2030 yang akan ditandingkan dalam 2 hari dari tanggal 12 – 13 Maret 2019. Peserta tidak hanya dari Yogyakarta, namun datang dari luar pulau Jawa, diantaranya dari Papua, Kalimantan, dan Bali.

Pertandingan Pencak Silat ini terbagi dari beberapa kategori pertandingan, yakni Usia Dini Sekolah Dasar sampai dengan 8 tahun, SD 9-12 tahun, Pra Remaja (SMP), Remaja (SMA). Mereka mempertandingkan jenis Tanding (Fight) dan Jurus (Seni).

klasifikasi pencak silat seni

Romy Ardiansyah ketua panitia penyelenggara menyampaikan, berbeda dengan Yogyakarta Championship sebelumnya, tahun kelima ini penilaian sudah menggunakan digital scoring layaknya di pertadingan ASEAN Games. Jadi peserta akan dipertemukan lawannya yang imbang sesuai dengan klasifikasi berat dan tinggi.

“Tahun ini penilaian menggunakan IT atau digital scoring, standart asean games. Ketika wasit memencet nilai akan langsung muncul di layar, jadi kita mengisi berat badan sama tinggi peserta kedalam sistem, dan nanti kelas akan diacak oleh sistem, sehingga mempermudah dan cepat juga” Ujar Romy (12/3/2019)

Tak hanya sistem digital scoring yang menarik, pertandingan Yogyakarta Championship ke-5 ini juga memperebutkan Piala dari Kemenpora. Romy menambahkan, ajang YKTC 5 ini dapat menjadi motivasi dan melatih keberanian bagi pesilat usia dini dan pra remaja, agar memunculkan bibit atlet nasional.

“Pencak silat menjadi salah satu sarana yang bisa digunakan untuk melatih kepercayaan diri, sekaligus kecerdasan anak secara menyeluruh. Jadi bukan hanya fisik, tapi juga mental, bahkan spiritual, agar anak-anak ini menjadi berani dan siap.” Tambahnya. (Magnetv.Net/CSI)


Comment:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*Comment:

*Name